Teknologi Baru di Intel Software Day Bandung

Image0148Intel menyelenggarakan acara Software Day di Digital Valley Building, Telkom Bandung hari minggu tanggal 17 Desember 2012. Acara ini diselenggarakan bagi para developer aplikasi. Di acara ini Intel Asia Pacific mengenalkan teknologi-teknologi baru yang akan dirilis di produk-produk intel tahun depan, 2013. Multi-touch technology, multi sensor, perceptual computing, dan paralel computing merupakan teknologi yang akan dikedepankan oleh intel. Semua perangkat yang akan keluar memanfaatkan teknologi touch screen. Dalam hal ini Windows 8 dan Android merupakan perangkat lunak yang sangat cocok untuk memanfaatkan teknologi tersebut. Multi sensor, Intel menanam berbagai macam sensor, seperti sensor cahaya, gyroscope, acceloromeeter, compas, bahkan kamera ‘kineck’ ala intel. Sehingga perangkat intel nantinya akan bisa menangkap object tiga dimensi dihadaapnnya. Paralel computing, intel ingin supaya semua perangkat bila berada dalam suatu area dapat berkomunikasi satu sama lain mesi dia berbeda jenis, seperti smartphone, tab, ultrabook, notebook, bahkan alat rumah tangga. Intel mendorong para developer khususnya developer Indonesia untuk memulai membuat atau menuangkan ide membuat aplikasi untuk diterapkan pada perangkat-perangkat intel yang akan keluar tidak lama lagi. Intel memberi klu untuk memanfaatkan teknologi baru yang diusungnya untuk diterapkan pada aplikasi dibuat para developer, sehingga aplikasi tersebut dapat memberikan pengalaman baru kepada para pengguna.

Produk yang akan dikeluarkan tahun depan adalah smartphone, tab, dan Ultrabook. Ya, intel akan membuat smartphone, intel akan membuat smarphone yang didedikasikan untuk sistem operasi Android. Sehingga nantinya akan ada smartphone dengan bertuliskan “Intel Inside”. Tahun depan di Indonesia intel akan mengeluarkan smartphone dan tab dari dua merek gadget terkemuka.

Hal yang paling wow dari intel ini adalah Ultrabook. Ultrabook yang dikeluarkan intel ini adalah Ultrabook generasi ke-4. Ultrabook ini benar-benar memberikan pengalaman baru kepada pengguna. Ultrabook ini menggabungkan fungsi dari tab dan smartphone dengan notebook atau laptop.  Alhasil Ultrabook ini bisa difungsikan sebagai tab, untuk menikmati konten-konten informasi atau notebook, sebagai alat yang produktif. Banyak hal baru yang merupakan kelebihan dari utrabook ini. Di antaranya adalah ultrathin, perangkat yang sangat tipis, ultrasecure, sekuritas terjamin karena intel telah menggandeng McAfee sebagai partner dalam mengembangkannya, dan ultra responsif, merupakan perangkat sangat cepat dengan dukungan Processor Intel Core. Di demo yang ditunjukkan oleh Pak Firstman, selaku Business Manager Intel Asia Pacific, Ultrabook bisa hidup dan digunakan dalam hitungan ke-5.

So, buat para developer terbuka lebar kesempatan untuk memasarkan aplikasi. Jadilah generasi awal pembuat aplikasi teknologi baru ini, sebelum saat boomingnya. Banyak tools dan teknologi baru yang siap dimanfaatkan. Khusus buat aplikasi dengan bawaan Intel, telah diasediakan  pasar aplikasi sotware yang bernama AppUp.

Peran Shalat Dalam Membentuk Kepribadian

Sabtu 26 februari 2011 Divisi Pelayanan dan Dakwah Masjid Salman ITB kembali mengadakan kajian dluha mingguan bertempat di ruang utama Masjid Salman ITB. Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Pemateri kali ini yakni Dr Aam Amiruddin M.Sc. mengisi kajian dengan topik ‘Shalat dalam membentuk kepribadian’. Jamaah yang menghadiri acara kajian tersebut relatif sangat banyak, bila dibandingkan dengan kajian-kajian biasanya yang sering diselenggarakan di masjid salman. Jumlah jamaah ini semakin banyak dari minggu ke minggu berikutnya, hal ini menunjukan antusiasme masyarakat semakin meningkat. Meskipun pemateri baru datang 35 menit dari waktu yang ditetapkan, yakni 09.30. Antusias jamaah tetap baik, mereka tidak menyia-nyiakan waktu. Sambil menunggu datangnya pemateri, jamaah dari kalangan ibu-ibu berinisiatif mengisi waktu luang dengan membaca Al-Quran bersama-sama.

Saking banyaknya jamaah yang hadir, hampir 80% ruang utama masjid salman tempat diadakannya kajian penuh terisi jamaah. Dan dari 80 % jamaah yang hadir, sekitar 80%-nya adalah dari ibu-ibu artinya kebanyakan dari jamaah adalah ibu-ibu. Bahkan, saking banyaknya jamaah ibu-ibu, hijab pemisah antara jamaah laki-laki dan perempuan perlu digeserkan beberapa kali mengambil bagian tempat jamaah laki-laki. Membludaknya jamaah ibu-ibu bahkan hingga ke pelataran masjid. Suasana ruangan utama masjid pun menjadi terasa panas karena banyaknya orang. Hal yang disayangkan, dari hasil pantauan meskipun diadakan dilingkungan kampus, mayoritas atau sekitar 90% jamaahnya adalah masyarakat kalangan umum bukan dari kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa setempat.

Paparan dari pemateri tampak ringan dicerna namun sangat berbobot. Pemateri memberikan contoh-contoh aplikatif dalam kehidupan sehari-hari dan menguatkan paparan-paparannya menggunakan dalil-dalil Al-Quran atau Al-Hadits. Dalam kajian kali ini pemateri yang biasa disapa Ust Aam menguraikan bahwa sebaiknya motif shalat dan ibadah pada umumnya adalah sebagai bukti syukur kita kepada Allah. Nikmat-nimat dari Allah itu tidak akan pernah tertandingi, apalagi dibandingkan bila hanya kita diberi sebuah mobil atau rumah oleh rekan kita. Meskipun, hadiah berupa mobil atau rumah sangat mewah dan sedikit orang yang menghadiahi dengan barang semewah itu. Namun, Allah memberikan karunia kehidupan, karunia kesehatan, karunia harta dan kekayaan, memiliki jabatan, memiliki sanak saudara, dan masih banyak lainnya. Nikmat-nikmat yang diberikan Allah sangat jauh lebih mewah dari sebuah mobil dan rumah. Karena walau bagaimanapun, seseorang tidak bisa menikmati empuknya jok mobil atau luasnya pekarangan rumah bila ia harus terbaring sakit di ranjang rumah sakit. Selayaknya kita senantiasa berterima kasih, bersyukur kepada-Nya atas segala limpahan nikmat dari-Nya, terutama diwujudkan dengan shalat. Perkara apakah kita akan mendapatkan syurga di akhirat, itu adalah efek dari ibadah yangdilakukan di dunia.

Kita akan lebih merasa enjoy, tidak memiliki beban dan merasa tertekan bila syukur dijadikan motif shalat. Bahkan, kita akan merasakan shalat adalah kebutuhan kebutuhan diri. Malu bila kita mengakhir-akhirkannya apalagi meninggalkannya. Justru yang tumbuh dalam diri adalah bagaimana kita shalat dengan shalat yang terbaik, baik itu dengan memelihara bacaan dan gerakannya agar sesuai dengan tuntunan Nabi SAW, memahami bacaannya, berusaha menghayati maknanya, memakai pekaian yang terbaik, dan lain sebagainya. Sehingga, waktu adzan saat yang dinanti-nanti sebab rindu berjumpa Allah Rab Semesta Alam. (HAR’11)