Pengambil Resiko (2)


Tulisan ini melanjutkan tulisan yang telah lama ditulis. Serasa punya hutang, karena ada kata bersambung di tulisan itu. Berikut hasil pengembangan ide yang telah lama tersimpan kotak draft.

Hasil gambar untuk risiko keputusan
Courtesy: bukanmanajemenbiasa.blogspot.com

Review – pengambil resiko adalah sebuah sikap berani seseorang dalam menghadapi periode-periode di kehidupannya. Di lihat dari sudut pandang pribadi, hal ini erat kaitannya dengan karir, keuangan, hubungan, atau hal-hal besar lainnya yang bisa berdampak besar pada gaya hidup.

Pengambilan resiko pun sangat erat kaitannya saat di tempat kerja. Efek yang ditimbulkannya tidak hanya pada perusahaan tempat dia bekerja tapi bisa terbawa ke rumah dan keluarganya. Salah-salah mengambil keputusan, pekerjaan jadi taruhannya. Bila pekerjaan tergadai, keluarga lah yang menanggung akibatnya. Mau dikasih makan apa anak dan istrimu.

Lawannya adalah orang-orang yang berusaha tetap dalam zona aman. Polanya adalah asalkan gaji terus keluar, hutang-hutang tertutupi, dan ada harapan untuk hari tua. Itulah sikap meraka yang mencari posisi aman di kantor, rajin dan taat prosedur, tidak tampil beda, dan tentu tak mau melakukan hal yang beresiko menjatuhkan karir / jabatannya.

Namun, pada dasarnya siapapun berhak untuk memilih apa yang dia ingin. Tidak ada keharusan untuk menjadi seorang pengambil resiko atau yang cari aman di zona nyaman. Resiko masing-masing yang menanggung. Tapi jelas, seorang pemberani itu sangat layak disematkan bagi Sang pengambil resiko.

Memang tak mudah memiliki jiwa pemberani. Boleh dikata, beruntunglah bagi kebanyakan orang yang yang semasa kuliah / mudanya aktif di berbagai bidang kegiatan / organisasi / kemahasiswaan. Karena di sana mereka tahu berinteraksi, berkomunikasi, berfikir, bekerja, dan berkarya. Saat dia rela bertahan untuk tetap tergabung di komunitasnya, saat itu pula dia meningkatkan level jiwa keberaniannya. Semakin besar kualitas kumpulannya semakin besar pula kualitas keberaniannya. Boleh lah di bilang, beda kualitas antara kumpulan karang taruna dan remaja masjid dengan unit / organisasi kemahasiswaan. Alasannya sederhana, unit mahasiswa itu terdiri dari orang yang lebih kritis dan terdidik.

Di dunia nyata orang-orang yang berwirausaha apalagi pengusaha adalah orang yang jelas-jelas terkategori sebagai pengambil resiko. Mereka berani berbuat meski tidak dijamin benar dan berhasil. Pengambil resiko lekat pula dengan seorang pemimpin. Presiden, Gubernur, RT, atau bahkan organisasi masjid sekalipun yang mana mereka tidak mengenal upah.

Lantas bagaimana dengan mereka yang terlambat sadar akan pentingnya keberanian agar bisa mengambil resiko?. Karena dia dahulu tidak pandai bergaul, sekalipun aktif di unit mahasiswa tidak dihayati / hanya ikut-ikutan saja. Apalagi bila sempat menjadi seseorang yang memangku jabatan. Maka dari itu, mulailah saat ini juga. Tak ada kata terlambat, banyak jalan menuju roma. Banyak bertanya dan belajar dari orang-orang yang dinilai punya sikap itu. Banyakkan pula membaca terutama dari buku. Banyak baca membuat banyak ilmu, banyak konsep. Saat ide bertemu dengan semangat bisa melahirkan hal dasyat. Akan lebih dasyat pula bila punya teman yang konsisten mendukung.

Caranya praktisnya adalah dengan memperkaya keterampilan dan pengalaman. Buat turn over berkali-kali. Perbanyak pekerjaan dengan sering berbuat. Tidak perlu besar dan sangat ideal. Mulai dari hal kecil, definiskan hal-hal kecil, atau pekerjaan yang sehari-hari yang rutin dilakukan. Lakukan dari yang kecil dan mudah. Bila menemui jatuh bangun itu biasa. Itu lah resiko yang akhirnya bisa ditemui dan yang terpenting bisa untuk dihayati. Itulah pelajaran berharga, pelajaran hidup di Universitas Kehidupan. Tak ada seorangpun yang mau menjamin berhasil, namun tak perlu takut akan kegagalan bila rencana sudah dibuat.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s