Kejujuran Mutiara Diri


Kejujuran ialah modal dasar berharga bagi kita untuk menghadapi berbagai urusan. Bukan hanya harta, kecerdasan, atau otot. Nabi Muhammad SAW adalah suri tauladannya. Meski beliau rupawan, cerdas, bahkan seorang panglima perang namun kejujuran adalah sifat yang lebih banyak dikenal pada pribadinya. Pada saat sebelum diangkat menjadi seorang rasul, beliau telah digelari Al-Amin. Sebuah penghargaan penghormatan di tengah masyarakat yang masih jahiliyah kala itu.

Langkah pertama untuk meraih sifat ini adalah jujur pada diri sendiri. Dengan cara tidak berpura-pura menjadi orang lain, tidak berlindung dibalik gelar kesarjanaan, jabatan, atau kekayaan. Jujur atas anugrah lahiriyah dan kemampuan diri menjadi duta diri atau portofolio tak tertulis. Yang akan dibawa ke mana-mana bahkan ke tempat asing tanpa ada orang yang telah dikenal.

Banyak persoalan terasa ringan saat kejujuran telah mendarah daging dalam diri. Perkataan, perbuatan, dan tingkah laku akan selaras. Tak kan ada udang di balik batu. Tak kan ada tekanan beban atas tuntutan perkerjaan atau permintaan orang lain. Saat bisa dikatakan bisa. Saat tak mampu dikatakan tidak. Sehingga dengan itu, ia akan mudah untuk amanah.

Buah kejujuran adalah kepercayaan. Perlu ditanam dan dijaga dalam diri. Tak beda dengan bercocok tanam atau investasi  usaha. Kelak, manis buahnya bisa dirasakan. Yakni, sebuah kepercayaan yang hanya bisa didapatkan oleh orang-orang jujur.

Dagangan seorang penjual laku keras, sebab ia menakar sesuai timbangan. Tak menyembunyikan cacat dan kurangnya. Karyawan dengan karir terus menanjak, karena ia amanah atas tugas dari atasannya. Seorang ustadz memiliki banyak jamaah. Lantaran ia konsisten antara ucapan dan tindakannya. Sehingga orang lain bisa melihat amalannya lalu tak ragu meniru. Seorang pemimpin dicintai rakyatnya. Berkat keadilannya untuk jujur menempatkan suatu perkara ditempat semestinya, tidak menyalahgunakan jabatannya.

Di tengah era krisis kepercayaan ini, kejujuran akan menjadi mutiara dan aset berharga. Sebuah modal kehidupan yang sesuai dengan fitrah manusia.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s