Hitam dan Putih


Kebenaran yang logis dan sangat masuk akal akan mempengaruhi pola pikir kita. Bila kita diberikan kemampuan untuk memahami kebenaran tersebut dan keberanian untuk melakukan teori kebenaran itu maka bisa dikata kita adalah seorang idealis. Banyak ajaran ataupun teori yang muncul dari jaman Nabi Musa atau sebelum itu hingga saat ini. Seakan tak akan ada habisnya ide yang dikeluarkan seorang manusia. Ide tersebut berkembang dan terus berkembang mengikuti perlubahan jaman. Walau tak sedikit ide yang dikeluarkannya saat ini mengulang apa yang telah dilakukan orang-orang terdahulu. Ide banyak terdapat dalam agama. Apalagi agama yang memang diberikan oleh Tuhan untuk dianut semua manusia. Ide yang menjadi ajaran terbut adalah agama. Dan orang yang bertekad untuk mengikuti, mempercayai, dan mengamalkannya adalah orang beriman.  Ketinggian idealisme orang yang beriman berkaitan erat dengan seberapa kuat dia mengamalkan ajaran agama yang diyakininya selain hanya mempercayainya.

Di dalam ajaran agama dikatakan, janganlah kamu mengaku sebagai orang beriman sebelum Kami mengujimu dengan cobaan. Cobaan itu bisa diberikan dalam dua bentuk, kenikmatan ataupun musibah. Orang lebih memahami bahwa cobaan itu sedang didapatinya ketikan dia sedang mengalami musibah, yang serupa dengan kesulitan, kesakitan, penganiayaan, penindasan, dan sebagainya. Padahal kenikmatan pun sejatinya adalah sebuah cobaan, seperti harta, kepintaran , kedudukan, dan sebagainya. Dan sesungguhnya apapun yang dia dapati ketika hidup, dia senantiasa menghadapi cobaan. Hidup ini penuh dengan persoalan. Namun kita diciptakan untuk dapat menjawab persoalan-persoalan itu. Maka renungilah hakikat dari kesibukan kehidupan kita sehari-hari. Apa yang kita kejar, apa yang kita hindar. Siapa yang kita harap, apa yang kita ingin ungkap, apa yang ingin kita serap, dengan cara apa kita garap. Sungguh menakjubkan urusan seorang beriman. Sesungguhnya setiap urusannya akan mendatangkan kebaikan, apabila dia mendapatkan nikmat, dia bersyukur, dan syukur itu adalah kebaikan untuknya. Bila ia mendapatkan musibah, dia bersabar dan sabar itu adalah kebaikan untuknya. Hal yang demikian itu tidaklah diberikan kecuali untuk orang yang beriman.

Hidup ini tidak bisa terlepas dari Tuhan. Ia yang Maha Pengasih mengkaruniai kita dengan rezki dan kesehatan sehingga kita dapat beraktivitas sehari-hari. Ia yang Maha Melihat, senantia mengatahui tindak tanduk kita bahkan bisikan-bisikan dalam hati. Ia yang Maha Bijaksana, mengetahui apa yang terbaik yang diberikanNya kepada hamba-hambanya. Setiap detik amalan kita dicatat. Setiap pekan catatan kita diangkat. Dan orang yang memperoleh keselamatan, kebahagiaan, dan kenikmatan adalah orang yang menerima catatan di tangan kanan dan ridlaNya. Semoga Tuhan senantiasa menunjuki kita dijalanNya yang lurus.

Kapan kita merasa dekat dengan Tuhan. Kalaulah kita terlalu disibukan dengan aktivitas harian, kecil kemungkinan kita untuk ingat. Masih mending bagi mereka yang menjalankan ibadah 5 kali sehari, walau siapa menjami dalam ibadahnya mereka mengingatNya dengan sebenarNya. Kedekatan yang sangat dekat denganNya bisa didapatkan ketika sepertiga malam terakhir. Tapi apa dikata ia terlalu nyenyak untuk tidur dan bersimpuh di hadapannya. Maka bila dia seorang yang beriman, dia bisa merasakan kehadiranNya ketiak ia dihadapkan dengan maksiat. Pertentangan batin bergejolak di dadanya. Antara keinginan diri dan idealismenya. Pertentangan itu semakin berkecamuk. Semakin lama bisa membuat ia pragmatis dan memilih kenikmatan sesaat. Pada akhirnya, na’udzubillah, ia menjadi resisten akan hal itu.

Maka hapuslah keburukan-keburukan dengan melakukan kebaikan-kebaikan. Kembalilah kepada Tuhan, ingatlah akan hakikat segalanya, ingatlah akan idealisme yang dijunjung tinggi. Minta maaflah kepada Tuhan, bilamana kemu menelan ludah kamu sendiri, sedangkan kamu sungguh tidak ingin sama sekali melakukannya. Bulatkan tekad kuatkan tujuan bahwa ampunan dan Ia yang kita harap. Takutlah akan ancamanNya. Takutlah akan siksaNya. Padahal Ia pun Maha Pengasih dan Penyayang. Ajaklah orang lain itu untuk bersama-sama denganmu untuk mengkoreksi diri. Jadikan ia patner untuk bekerjasama. Ajaklah merenung akan tujuan dan hakikat dari segalanya. Sesungguhnya Ia Maha Penerima Ampun.

Jadilah manusia sabar. Kesabaran itu akan berbuah manis. Lakukan setiap hari evaluasi diri. Apa yang telah kita lakukan, apa kita melakukannya lagi, apa telah ada peningkatan diri dari hari-hari sebelumnya. Sesungguhnya orang-orang yang tidak merugi di antaranya adalah orang yang saling mewasiati dalam hal kebenaran dan kesabaran.

Carilah solusi dari Tuhan. Karena Ia tahu apa yang dibutuhkan oleh hambanya. Lihatlah orang-orang miskin bila kita kaya, lihatlah para ‘alim bila kita merasa shaleh. Ajaklah menikah bila calonmu sudah ada. Kembalikan semua wewenang yang dimilikimu pada Tuhanmu, berikan menfaat pada pengikut dan lingkunganmu, karena sesungguhnya itu adalah amanah yang dipercayakanNya padamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: