Tantangan Kehidupan


Hampir bisa dipastikan, tidak ada orang yang bisa nyaman dalam menghadapi setiap permasalahannya. Padahal sejatinya permasalahan adalah tantangan bagi dia untuk dapat berada di tingkatan yang lebih tinggi. Sebagaimana anak-anak sekolah mengikuti ujian sebelum mereka dinyatakan naik kelas, anak 3 SMA yang mati-matian untuk masuk PTN favorit agar bisa maraih pendidikan di sekolah terbaik, mahasiswa yang jungkir balik melakukan penelitian dan Tugas Akhir untuk bisa membuktikan dia bisa berkarya, fresh-graduate yang bedesak-desakan mencari posisi bisnis di tengah pasar atau kerja di lorong-lorong gedung untuk dapat membahagiakan orang tuanya, atau seorang ayah yang banting tulang untuk dapat menafkahi keluarganya. Bila sifat sabar, pantang menyerah, disiplin, kritis, optimis, dan yakin akan kasih sayang dan pertolonganNya, kita bisa menjadikan usaha yang dilakukan sebagai jawaban atas usaha menyelesaikan permasalahan, bukti untuk amanah yang telah diembankanNya kepada kita semua. Bukankah kita selalu menginginkan tingkatan yang lebih tinggi, yang lebih baik, yang paling baik. Senang, bahagia, lapang, berkecukupan, zakat, infaq, shadaqah, wakaf, senyum, selamat, aman, damai, tentram, shalih, pintar, cerdas, dicontoh, disayangi, dan disenangi. Bagi orang yang normal, tidak ada yang tidak menginginkan juara 1. Maka jadilah orang yang bermental juara. Tanpa perlu meremehkan atau berbuat culas pada orang lain. Come on Champ!. Bismillah..

Pencapain atas suatu prestasi atau sebuah kelulusan bukan merupakan akhir dari segala-galanya, melaikan awal dari gerbang sebuah medan yang lebih sengit, selama dia masih hidup di dunia ini. Lantikan profesor butuh bukti karya setelah dilantiknya, lantikan guru butuh bukti murid pintar seletah dilantiknya, lantikan walikota butuh bukti tertib kota setelah dilantiknya, termasuk lantikan muslim butuh bukti totalitas amal atas komitmennya. Lantas jangan dulu senang dan menepuk dada, karena di atas langit masih ada langit. “Kami butuh bukti bukan janji, kami butuh nasi bukan mimpi.” Nobody’s perfect!.

Sepintar-pintarnya makhluk masih ada yang lebih pintar, sekaya-kayanya makhluk masih ada yang lebih kaya, Secantik-cantiknya makhluk masih ada yang lebih indah. Diapula yang telah memberikan petunjuk apa yang harus kita lakukan. Sejatinya segala sesuatu itu sudah dipermudah, maka janganlah dipersulit. Baca, pahami, lalu lakukan. Dialah yang Maha SegalaNya. Maha Mengetahui, Maha Kaya, Maha Indah, Maha Segalanya. Kita hanyalah makhluk yang lemah, bodoh, alfa, dan butuh akan bantuan. So, Keep it simple Stupid!.

Sebuah perusahaan besar sekelas Microsoft tidaklah terdiri dari seorang pegawai, hanya Bill Gates? Tidak kan. Bagaimana dengan Exxon Mobil, Sheel, GE, Google, Toyota, pasti berlaku hal yang sama.  Beratus-ratus bahkan beribu orang berada di dalamnya layaknya sebuah ‘negara’ dalam sebuah negara. Mereka berkerja, berorganisasi, berkomunikasi, berimprovisasi untuk mewujudkan tujuan bersama. Maka prestasi dan tantangan besar itu pastilah bisa dihadapi dengan bekerja sama. Tidak ada masalah dengan perbedaan, justru dengan perbedaan kita bisa berkolaborasi. Tidak ada masalah dengan persamaan justru dengan persamaan kita bisa saling koreksi. Hilangkan sikap ‘Aku’. Justru katakanlah, Hold my hand!.

Sekarang katakanlah, Saya bisa, Kita bisa, bangsa kita Bisa, negri kita Bisa, Indonesia Bisa, Dunia Bisa, Akhirat BISA!.  

One Response

  1. Artikel yg inspiratif.
    Salam,
    http://suksesitubebas.co.cc

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: