Kaum Moderat


Siapakah yang disebut sebagai orang moderat. Apakah mereka orang yang sekuler termasuk orang moderat. Apakah mereka yang cukup mencantumkan Islam di kartu identitas sebagai agama mereka disebut sebagai orang modetar. Apakah mereka yang cukup shalat ketika mereka tidak sibuk disebut sebagai moderat. Yakni, orang yang cukup menunjukkan identitas islam mereka secara formal namun, mungkin, ia tidak terlalu peduli dengan pekerjaan ibadah mereka. Mereka islam, tetapi mereka mengakui shalat mereka tidak selalu penuh. Mencatut ayat-ayat qur’an untuk kepentingan retorika mereka, tanpa tahu makna sebenarnya dari ayat tersebut ke mana. Orang-orang, yang menurut pandangan dunia, professional, ahli, berwawasan, visioner. Padahal visi mereka hanya sebatas ukuran kenikmatan dunia belaka.

Pandangan itu adalah pandangan zaman kini. Orang-orang yang sering datang ke masjid atau mushalla, orang-orang yang mengerjakan shalat tepat pada waktunya, orang-orang yang paling tidak fasih membaca Al-Quran, orang-orang yang mencintai masjid, tanpa menistakan uang dan harta, profesi dan kedudukan, pergaulan dan jaringan, malah dipandang sebagai orang kanan. Disebut sufi lah, ustadz lah. Lantas bagaimana dengan orang-orang yang setiap harinya tinggal di kuil atau gua atau hutan atau di tempat yang mereka anggap sebagai tempat peribadahan lainnya. Orang-orang yang tidak memperdulikan kehidupan duniawi. Jangankan mengurusi orang-lain, dirinya saja tidak ia urusi. Baju seadanya, makanan alakadarnya, bergaul tidak pernah. Pertapaan adalah kegiatan mereka sehari-hari, makanan cukuplah dari orang lain yang rela memberinya. Mengaku bersahaja padahal mereka orang yang patut diberikan ketersahajaan oleh orang-orang yang bersahaja. Disebut apakah mereka, mungkinkah ektra kanan.

Dan orang-orang yang sama sekali tidak menyentuh agama, orang-orang yang menghidupkan malam di pub-pub. Bermain-main dengan orang yang diharamkan. Minum dan makan sekehendaknya. Atau orang-orang yang rajin menghadiri konser panggung musik, mengecat rambut tidak sesuai dengan fitrah, duduk-duduk dipinggir jalan, mengeraskan suara kendaraanya. Atau mereka yang jelas-jelas mengakui setan berada dalam hatinya, mengagung-agungkannya, maniak, hingga tanda-tandanya tak malu mereka perlihatkan kepada teman-temannya. Ucapan, tindakan, dan bagaimana mereka memperlakukan orang lain tidak ia lakukan tidak berdasarkan nalar akal dan nurani hati.

Sesungguhnya Allah berfirman di dalam Al-Quran, “Dan demikian (pula) kami telah jadikan kamu (Umat Islam), ummatan washatan.” Ummatan washatan di sebut pula umat yang adil dan pilihan. Inilah sesungguhnya orang-orang yang berada di tengah orang dan terpillih. Inilah orang-orang moderat sesungguhnya. Karena mereka adalah orang-orang yang menjadi saksi atas perbuatan manusia, yang menyimpang dari kebenaran di dunia dan akhirat. Dan merekapun sesungguhnya disaksikan oleh Rasulnya. Mereka adalah orang-orang yang menghadapkan wajahnya kepada Tuhan alam semesta. Mereka mempercayainya dalam hati dan membuktikannya dengan ucapan dan perbuatan, apakah itu shalat, zakat, dan lainnya. Duniawi tidak ia nistakan, logikanya jelas karena mereka pun hidup di dunia terlebih Tuhan telah membuat aturannya. Bahkan bila diteliti ibadah-ibadah mahdlah seperti shalat, zakat, sarat pula dengan hubungan duniawi. Karena mereka lakukan semua itu sebagai konsekuensi bila dia bersaksi atas Tuhan dan RasulNya. Wallahu ‘Alam. (usr0-11)

One Response

  1. ga perlu ngurusin orang lain, kalo diri sendiri masih suka menyakiti n membohongi orang lain.
    hh. itu agama yang hatinya pun disaksiin Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: