Bandung Tempo Dulu


Orang mengatakan bila suatu kota tidak memiliki bangunan-bangunan bersejarah maka kota itu diibaratkan seperti orang gila. Saya sendiri tidak tahu mengapa ada pandangan demikian, sampai saat ini masih mencari maksudnya. Tapi, secara logika bila kota tidak memiliki sejarah berarti kota itu adalah kota yang baru dibuat atau masyarakat kota setempat yang tidak memperdulikan gedung-gedung atau prasasti-prasasti sejarah di tempatnya hingga terkubur oleh waktu. Sebuah kota baru maupun masayrakat yang tidak berusaha mengingat-ingat sejarah daerahnya tidak memiliki banyak cerita, karakter dan adat masyarakat setempat pun tidak punya dan mesti dibangun, sehingga diibaratkan dia seperti orang baru yang mencari jati diri barunya setelah kehilangan jati dirinya. Bila memang demikian, beruntung kota Bandung memiliki bangunan-bangunan bersejarah, banyak yang bisa diceritakan pada orang-orang dan generasi muda sebagai pembelajaran sejarah. Karena peradaban dan perkembangan suatu bangsa bukan hasil generasi saat itu, tapi sambung-menyambung antar generasi. Cerita sejarah asal muasal dan berdirinya kota Bandung adalah cerita tentang Bandung Tempo Doeloe.

Menurut beberapa ahli kota Bandung berasal dari sebuah danau purba besar yang kemudian surut. Nama Bandung sendiri konon berasal dari nama bendungan. Tepian-tepiannya sekarang menjadi daerah lembang, cileunyi, pangalengan, dan padalarang. Daerah bandung utara adalah tempat sumber mata air sedangkan di daerah bendung selatan adalah bagian dasar dari danau. Terbukti dengan banyaknya daerah badung utara yang disebut ‘seke’ dalam bahasa sunda yang berarti sumber mata air, seperti sekeloa, sekemirung, sekelimus, sekepanjang, sekepondok, dan lainnya. Ketika danau surut, danau purba menyisakan danau danau kecil di daerah bandung selatan, oleh masyarakat setempat disebut situ. Dikenal banyak situ di daerah bandung selatan, seperti situ patengan dan lainnya.

Pusat kota bandung sekarang adalah tempat cikal bakal berdirinya kota bandung modern. Sebelumnya tempat tersebut hanyalah salah satu tempat perlintasan transportasi di pulau jawa saja. Hingga salah seorang jendral belanda pada jaman penjajahan, saat itu meminta untuk dibangunkan sebuah kota yang dimulai dari titik yang sekarang dikenal sebagai titik 0 kilometer di kawasan jalan Asia Afrika Bandung. Posisi bandung yang strategis, udara sejuk, dan penduduk yang ramah mempercepat perkembangan Bandung dipenuhi fasilitas-fasilitas sebuah kota modern khas Eropa. Dua hotel berbintang lima kelas presiden, Savoy Homan dan Grand Preanger, berdiri, apotek, cafe, bank, dan lainnya. (HAR’11)

 

5 Responses

  1. daerah bdg barat asalnya tmpat apa??

  2. kurang tahu pasti tapi kalau dilihat dari akar katanya, Cileunyi dari kata Ci dan Leunyi. Ci adalah Air, tapi Leunyi saya nggak tahu. Bisa jadi Lenyi berarti nama tempat, benda, atau lainnya.

  3. Sy sgt tertarik dgn cerita bdg tempo dulu,,,klo d era kependudukan abdi hoyong terang silsilah keluarga nama jalan d kota bdg ky gg tamim konon dia adlh orang palembang yg hijrah ke kota bdg dan mempunyai peninggalan atw rumah2 d kota bdg,,,,nuhun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: