TAWASUL YANG DIBENARKAN OLEH SYARI’AT*)


Oleh: Badrudin, M. Ag.**)

Tawasul adalah ikhtiar seseorang untuk menjadikan sesuatu sebagai jalan, cara, atau penghantar untuk mencapai sesuatu tujuan yang diharapkan.

Sebagian kaum muslimin mengetahui bahwa di antara perbuatan kaum muslimin ada yang menjadikan sesuatu perbuatan dengan harapan dengan cara tersebut menghasilkan sesuatu sesuai yang diharapkan hanya tidak dibenarkan oleh Syari’at Islam. Seperti menjadikan seseorang yang dianggap Sakti [padahal, sudah wafat] sebagai penyebab hasilnya suatu cita-cita; kuburan seseorang dijadikan tempat tapa/mujasmedi untuk mencapai cita-cita; mempersembahkan sesajen (jamuan untuk makhluk yang ghaib) sebagai syarat terqabulnya cita-cita; melemparkan binatang ke kawah panas atau lumpur panas dengan harapan kawah atau lumpur panas tersebut segera berakhir; mempersembahkan kepala binatang kepada nyiroro kidul dengan harapan para nelayan dapat ikan dalam jumlah yang banyak; dan sejenisnya. perbuatan-perbuatan itu dalam bahasa agama [dalam hal ini, Syari’at Islam] tidak dibenarkan, karena hal itu termasuk perilaku manusia jahiliyah, tidak boleh dilakukan oleh kaum muslimin, apalagi Syari’at Islam telah sampai kepadanya.

Apabila di antara perbuatan yang tidak dibenarkan oleh Syari’at Islam itu pernah dilakukan oleh kita [kaum muslimin] apalagi semua contoh amaliyah jahiliyah tersebut, maka cukuplah berakhir sampai yang terakhir kali dilakukan, tidak perlu diulang, “waktunya kita bertaubat”, dan tetap beramal shalih yang dibenarkan oleh Al-Qur’an dan Al-Sunnah langsung atau tidak langsung.

al-wasaa-ilu al-masyruu’atu (tawasul-tawasul yang disyari’atkan):

1. al-iimaan.

Al-iimaan (sikap percaya dalam arti syar’i) termasuk salah satu perbuatan yang paling utama, sebaik-baik cara yang dapat menghubungkan kepada Allah swt untuk meraih cita-cita atau terhindar dari marabahaya, Allah swt meridhai tawasul dengan cara itu, dan Allah swt menghargai orang yang bertawasul dengan cara tersebut. Contoh, kita berdu’a dengan kalimat berikut: “robbanaa innanaa aamannaa faghfirlanaa dzunuubanaa waqinaa “adzaabannaar” (Q.S. Aali ‘Imraan [3]:16).

2. al-shalaah

Shalat fardhu dan shalat nawaafil termasuk sebaik-baik perbuatan dan disukai oleh Allah swt. “al-shalaatu ‘alaa waqtihaa”. Siapa pun orang beriman [laki-laki atau perempuan] yang mengharapkan kedudukan yang terpuji di hadapan Allah swt, maka hendaknya menjaga (menegakkan) shalat fardhu lima waktu pada waktunya.

3. al-shiyaam

Imam AI-Nasaa-i meriwayatkan, bahwa Abu Umaamah datang meminta petunjuk kepada Rasulullah saw tentang perbuatan yang menyebabkan pelaku perbuatan itu menyebabkannya masuk surga. Rasulullah saw menjawab: ‘alaika bishshaumi fa-innahuu laa mitsla lahuu.

4. al-shadaqah

Shadaqah yang benar adalah dengan harta yang terbaik dan jiwa yang terbaik, sehingga tercapai kedekatan dengan Allah swt dalam mencapai cita-cita dunia dan akhirat, dan terhindar dari bahaya dunia dan akhirat. Rasulullah saw bersabda: “ittaquu al-naaro walau bisyiqqi tamrotin”. (Hadits Shahih).

5. al-hajj

Sesungguhnya tidak ada pahala yang paling pantas bagi pelaku hajji yang mabrur, kecuali al-jannata (surga). Hadits Riwayat Al-Shahihain.

6. al-i’timaar

Al-‘umrah adalah mengunjungi Baitullah untuk thawaf dan sa’i antara Shafa dan Marwah, untuk mendekatkan diri kepada Allah swt, memohon ijabah du’a, dan menghapus dosa. Dalam Hadits Shahih disebutkan: Laksanakan dan sempurnakan hajji dan ‘umrah, karena kedua-duanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa, sebagaimana ampelas besi [kikir, dalam bahasa sunda] dapat menghilangkan kotoran besi (karat), mas, dan perak.

7. al-jihaadu wa al-ribaath

Di surga ada seratus derajat yang disediakan bagi mujaahidiin di jalan Allah swt, dan di antara dua derajat sebagaimana antara langit dan bumf (HR. Al-Bukhari).

8. tilaawatu al-qur’aani al-kariimi

khairukum man ta’allamal qur’aana wa ‘allamahuu (HR. Al-Bukhari)

9. al-dzikru wa al-tasbiihu

Dzikir dan Tasbiih (mengingat dan menyucikan) Allah swt dengan kalimat-kalimat yang dicontohkan Rasulullah saw, seperti “laa ilaaha illallooh…; subhaanallooh walhamdulillaah…” termasuk sebaik-baik taqarrub & tawasul.

10. al-shalaatu ‘alas al-nabiyyi shallallaahu ‘alaihi wasallama

man shalla ‘alayya shalaatan waahidatan shollallaahu ‘alaihi bihaa ‘asyran. Hadits Shahih

11. al-istighfaaru

Istighfar adalah usaha mencari ampunan Allah swt, salah satunya dengan cars mengucapkan lafazh: astaghfirullooh, alloohummaghfirliy,…

12. al-du’aa-u

Rasulullah saw bersabda: al-du’aa-u huwa al-Ibaadatu. Artinya: berdu’a adalah ibadah. Adapun kalimat, “berdu’a adalah otaknya ibadah”. menurut sebagian ahli hadits disebut hadits dha’if. Tentang perintah berdu’a, Allah swt berfirman: ud-‘uuniy astajib lakum (Q.S. Ghaafir, ayat 60).

13. du’aa-u al-mu-minima

Du’a orang-orang mukmin dapat mengangkat kemuliaan seseorang yang didu’akannya dan memenuhi keperluannya. Hal ini terjadi di kalangan para sahabat Rasulullah saw yang datang meminta didu’akan oleh Rasulullah saw, lalu Rasulullah saw berdu’a dan du’anya diijabah. Setelah Rasulullah saw wafat, para sahabat Rasulullah saw bertawasul dengan du’a Al-‘Abbaas di antaranya dalam Shalat lstisqaa, dan Allah swt mengijabah duanya. (HR. AI-Bukhari).

14. asmaa-u ailaahi ta’aalaa al-husnaa

Contoh du’a ismul a’zhom: alloohumma innii as-aluka bi anna lakal hamda loo ilaaha illaa ante yaa hannaanu yaa mannaanu badii’ussamaawaati wal ardhi yaa dial jalaali wal ikroomi.

15. fi’lu al-khairaati muthlaqan

Kebaikan apapun yang dikerjakan oleh orang mu-min yang beriman dan hanya karena Allah swt, semuanya bernilai wasilah kepada Allah swt. Salah satu kisah tentang 3 orang yang terjebak dalam gua dan selamat dari jebakan itu, salah satunya dikarenakan tawasul dengan amal shalih masing-masing.

16. tarku al-muharramaati

Meninggalkan dose dan maksiat kecil maupun besar karena merasa takut kepada Allah swt itu termasuk tawasul kepada Allah swt. Dalam hal ini, penulis melihat acara Valentine Day. Ia bukan harus dijadikan hari kemaksiatan don pesta mubadzir, tetapi semua hari harus dijadikan media beramar ma’ruf don nahyi munkar. Tidak termasuk soling beragi kasih sayang apabila melanggar Syari’at Islam [seperti: tidak menutup aurat, tidak Shalat, minuet arak, atau bergaul laksana suami isteri padahal belum menikah, don sejenisnya].

Setiap orang mu-min sejatinya tawasul kepada Allah ‘azza wajalla agar dirinya terhindar dari malapetaka dan kesulitan, dengan care meninggalkan maksiat karena takut, malu, dan twat kepada Allah ‘azza wajalla, niscaya Allah akan mengabulkannya, melepaskan dari kesulitan, atau memenuhi keperluannya dengan izin Allah ta’aalaa.

Perintah tawasul same dengan perintah tawakkal. Adapun tawakkal yang terbaik adalah seperti seekor burung. Pagi-pagi is terbang dari sangkarnya dengan perut kosong dan kembali ke sangkarnya di sore hari dalam keadaan perut buncit. Demikian sabda Rasulullah saw. Ini menunjukkan betapa pentingnya menyempurnakan ikhtiar.

  • Penulis: Penyuluh Agama Islam di lingkungan Kementerian Agama Kantor Kota Bandung, Pendiri Program Sekolah Terpadu Dengan Pondok Pesontren Al-Barokah di bawah Yayasan Islam Gunung Jati Sukabumi [4 tahun jalan, sejak tahun 2006/2007], Imam Masjid PUSDAI Jawa Barat, Nara Sumber Dunia Wanita di Programa 1 AM RRI Bandung, Pemerhati Acara-acara di Media Elektronik don Cetak, Penulis Buku “Majmuu’atul As-ilah Wal-ajwibah”; telp 081320746635 & 02270924834.
  • Makalah: dinuqil don ditarjamahkan dari Kitab “‘aqiidatu al-mu-min”, karya Abu BakarJaabir Al-Jazaa-iriy, halaman 81 — 88.
  • Disampaikan: pads acara Kuliah Dhuha, Ahad 29 Shofar 1431 Hijriyah 14 Februari 2010, pukul 09:00 —10:30 WIB, di Ruang Seminar Besar lantai 2 PUSDAI Jawa Barat Bandung.


3 Responses

  1. alloohummanfa’naa bimaa ‘allamtanaa wa ‘allimnaa maa yanfa’unaa wazidnaa, aamiin.

  2. Wah, itu baru pencerahan ttg wasilah/tawasul…. boleh ane copas di blog ane ya, mas harry? Salam kenal… dari langit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: