Hikmah dari Pak Yusuf Kalla


yusuf_kallaBapak Mantan Wapres Yusuf Kalla sangat baik dalam memberikan contoh bagaimana memperlakukan tahta kekuasaan di negeri ini saat ini. Ini akan menjadi sejarah baru karena selama ini posisi di lingkupan pemegang kekuasaan identik dengan sesuatu yang “sakral”, baju formil berdasi, protokoler, dll.. Beliau pun berhasil mendobrak istilah Wares adalah “Ban Serep” Presiden. Hal itu bisa dilihat dengan banyaknya kerbijakan yang keluar dari mejanya. Yang fundamental seperti konvensi minyak tanah ke gas yang menghemat anggaran negara hingga triliunan rupiah dan pendirian pembangkit tenaga listrik di pelosok-pelosok, ungkapnya kurang lebih “kalau negeri ini ingin maju maka semua orang harus mendapatkan layanan listrik”. Dan terakhir,  sosok Yusuf Kalla menampakkan jiwa sportivitas tinggi, berjiwa besar, dan amanah. Ia tidak “pundung” walau ia kalah dalam pemilihan presiden 2009, ia menghadiri serah terima jabatan Wapres 2009-2014, dan di akhir masa kerjanya ia tetap menjalankan roda pemerintahan. Tidak semuanya orang kalah itu salah, tidak semuanya orang kalah itu pecundang, bahkan kalau kebenaran itu datang dari mulut anak kecil pun ambilah ia sebagai hikmah.

Bila kita lihat beberapa dekade  kebelakang masih ada beberapa tokoh yang bisa kita ambil hikmah, walaupun tidak semua  pemahamannya bisa kita tiru bulat-bulat. Katakanlah Tan Malaka, walaupun ia seorang yang pemimpin komunis namun ia tetap kukuh mengkritik terhadap pemerintah kolonial Hindia-Belanda maupun pemerintahan republik di bawah Soekarno pasca-revolusi kemerdekaan Indonesia. Walaupun berpandangan komunis, ia juga sering terlibat konflik dengan kepemimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI).Tan Malaka atau Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka  seorang aktivis pejuang nasionalis Indonesia, seorang pemimpin komunis, dan politisi yang mendirikan Partai Murba. Pejuang yang militan, radikal dan revolusioner ini banyak melahirkan pemikiran-pemikiran yang berbobot dan berperan besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dengan perjuangan yang gigih maka ia dikenal sebagai tokoh revolusioner yang legendaris.

Tan Malaka menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam pembuangan di luar Indonesia, dan secara tak henti-hentinya terancam dengan penahanan oleh penguasa Belanda dan sekutu-sekutu mereka. Walaupun secara jelas disingkirkan, Tan Malaka dapat memainkan peran intelektual penting dalam membangun jaringan gerakan komunis internasional untuk gerakan anti penjajahan di Asia Tenggara. Ia dinyatakan sebagai “Pahlawan revolusi nasional” melalui ketetapan parlemen dalam sebuah undang-undang tahun 1963.

Sumber: Berita2 di TV dan wikipedia.org.

Iklan

2 pemikiran pada “Hikmah dari Pak Yusuf Kalla

  1. mut-ìara

    sungguh Rasulullah telah menjelaskan mengenai keadaan dunia selanjutnya.
    Nabi bilang ‘aku sangat takut sm kehidupan slnjutnya, olh sbb itu bpegang teguh lah pada tali Allah dan Rasulullah. rasul berkata lihatlah kritikan anak kcl wlau dia seorang yg lbh kcl. Beliau mencemaskan itu.. smpai 2 menangis, swkt ajalna.
    siapakah ajaran yg akan qt pegang?
    kritik merupakan sbuah perhatian yg lbh..(an-nuur:44).

  2. Salut saya pada pa JK ketika mengambil posisi sebagai kandidat presiden bandingan SBY dan bukannya mengemis jadi wapres. Untuk setiap pemenang, kekalahan hanyalah bentuk lain dari kemenangan.
    setuju sama muti, klo kritik itu tanda perhatian 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s